Tingkatkan Daya Saing UMKM Desa Kleteran, KKN 59 Universitas Tidar Gelar Pelatihan Digital Marketing Berkolaborasi dengan Owner Jamu Deka
Pengumuman 03 Aug 2026 Admin Desa

Tingkatkan Daya Saing UMKM Desa Kleteran, KKN 59 Universitas Tidar Gelar Pelatihan Digital Marketing Berkolaborasi dengan Owner Jamu Deka

MAGELANG- Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Desa Kleteran mendapat kesempatan memperluas wawasan mengenai pemasaran digital melalui pelatihan yang diselenggarakan oleh Kelompok KKN 59 Universitas Tidar. Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Kleteran, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, pada 25 Juli 2026 tersebut menghadirkan owner Jamu Deka sebagai narasumber. Berbekal pengalaman membangun usaha, narasumber membagikan berbagai strategi agar UMKM mampu meningkatkan nilai jual produk, memperkuat identitas merek, serta memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi yang efektif.

Persaingan usaha yang semakin berkembang menuntut pelaku UMKM untuk beradaptasi dengan perubahan cara pemasaran. Promosi tidak lagi bergantung pada penjualan secara langsung, tetapi juga memanfaatkan media digital yang mampu menjangkau konsumen lebih luas. Melihat kondisi tersebut, Kelompok KKN 59 Universitas Tidar menghadirkan pelatihan digital marketing sebagai bekal bagi pelaku UMKM Desa Kleteran agar lebih siap mengembangkan usahanya di era digital.

Sesi materi diawali dengan cerita perjalanan owner Jamu Deka dalam merintis usaha hingga berkembang menjadi salah satu produk herbal yang dikenal masyarakat. Berbagai pengalaman selama menjalankan usaha dibagikan kepada peserta, mulai dari tantangan pada masa awal merintis bisnis, menjaga kualitas produk, hingga mengikuti perubahan kebutuhan pasar. Pengalaman tersebut menjadi motivasi bagi peserta bahwa membangun usaha membutuhkan proses, ketekunan, dan kemauan untuk terus berkembang.

Cerita tersebut kemudian menjadi pengantar menuju pembahasan mengenai branding. Narasumber menjelaskan bahwa sebuah produk perlu memiliki identitas yang jelas agar mudah dikenali konsumen. Identitas tersebut tidak hanya berupa nama atau logo, tetapi juga tampilan kemasan, karakter produk, hingga cerita yang melekat pada usaha. Unsur-unsur tersebut menjadi pembeda yang dapat meningkatkan nilai jual produk sekaligus memperkuat citra UMKM di mata konsumen.

Setelah membahas branding, narasumber mengajak peserta memahami strategi pemasaran digital sebagai langkah untuk memperluas jangkauan pasar. Materi diawali dengan pentingnya mengenali target konsumen sehingga promosi yang dilakukan dapat disesuaikan dengan karakter calon pembeli. Pemilihan media promosi, penyusunan pesan, hingga jenis konten yang dibagikan perlu disesuaikan agar informasi yang disampaikan lebih mudah diterima oleh masyarakat.

Instagram dan TikTok menjadi dua platform yang diperkenalkan sebagai media promosi yang mudah diakses oleh pelaku UMKM. Narasumber menunjukkan bagaimana foto dan video pendek dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk secara lebih menarik. Fitur seperti Reels, Stories, serta video pendek dinilai mampu membantu meningkatkan jangkauan promosi apabila digunakan secara konsisten dan disertai interaksi yang aktif dengan pelanggan.

Sesi berikutnya berisi praktik sederhana membuat konten promosi hanya menggunakan telepon genggam. Narasumber memperlihatkan bahwa hasil foto maupun video yang menarik dapat diperoleh dengan memperhatikan pencahayaan, menentukan sudut pengambilan gambar, serta melakukan penyuntingan sederhana menggunakan aplikasi yang tersedia di ponsel. Peserta juga memperoleh tips menyusun caption yang singkat, memilih musik yang sesuai dengan tren, serta mengunggah konten secara konsisten agar lebih mudah menjangkau calon pelanggan.

Materi ditutup dengan pembahasan mengenai cara membangun kepercayaan pelanggan melalui media digital. Narasumber menjelaskan bahwa pelayanan yang ramah, respons yang cepat terhadap pertanyaan konsumen, penyampaian informasi produk secara jujur, serta menampilkan ulasan pelanggan menjadi langkah sederhana yang dapat menjaga kepercayaan konsumen. Kepercayaan tersebut menjadi modal penting untuk mempertahankan pelanggan sekaligus meningkatkan peluang penjualan produk UMKM.

Pelatihan berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan. Sesi diskusi dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM untuk menyampaikan berbagai pertanyaan, mulai dari cara membangun identitas produk yang menarik, menentukan strategi promosi yang sesuai dengan target pasar, hingga memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran. Beberapa peserta juga berbagi pengalaman mengenai kendala yang dihadapi dalam mengembangkan usaha, sehingga diskusi berjalan lebih hidup dan memberikan ruang untuk saling bertukar ide.

Suasana pelatihan semakin hangat ketika narasumber memberikan tanggapan serta solusi berdasarkan pengalaman yang pernah dihadapi saat mengembangkan Jamu Deka. Melalui sesi ini, peserta tidak hanya memperoleh materi, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai langkah-langkah yang dapat diterapkan untuk mengembangkan usahanya secara bertahap di era digital.

Pelatihan digital marketing ini menjadi salah satu upaya yang dilakukan Kelompok KKN 59 Universitas Tidar untuk mendukung pengembangan UMKM di Desa Kleteran agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Materi yang disampaikan tidak hanya memberikan wawasan mengenai branding dan pemasaran digital, tetapi juga menghadirkan contoh-contoh yang dapat langsung diterapkan oleh pelaku usaha dalam mengembangkan produknya.

Harapannya, ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat menjadi bekal bagi para pelaku UMKM untuk memperkuat identitas produk, memanfaatkan media digital secara lebih optimal, serta memperluas jangkauan pemasaran. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan pelaku usaha diharapkan dapat terus berlanjut sehingga mampu mendorong pertumbuhan UMKM Desa Kleteran yang lebih inovatif, mandiri, dan berdaya saing.